Showing posts with label Tangsel. Show all posts
Showing posts with label Tangsel. Show all posts

Monday, July 18, 2016

Pencak Silat PKBM Tangsel




Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara.

Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas.
Pencak silat merupakan potensi seni budaya asli Indonesia yang harus dijaga eksistensinya, tak terkecuali pada lingkungan sekolah seperti adanya kegiatan ekstrakurikuler Pencak Silat.

Dalam latihan pencak silat, kedisiplinan menjadi salah satu hal yang utama karena dalam latihan pencak silat terdapat senam, gerak jurus, olah pernafasan, dan latihan lain yang memerlukan kedisiplinan tinggi bagi seorang siswa untuk dapat menyelesaikan di setiap kenaikan tingkat / jenjang yang sudah ditentukan oleh masing-masing perguruan ataupun organisasi pencak silat.

Kedisiplinan dalam keikutsertaan peserta didik dalam pencak silat tentu saja kedisiplinan dalam latihan pencak silat akan berkorelasi dengan pembiasaan kedisiplinan mereka dalam intrakurikuler sekolah juga.
Tak ketinggalan di ‪#‎PKBM‬ BINA INSAN Kamil Tangsel Banten, telah membuka pendaftaran dan latihan pencak silat bagi siswa Pusat Kegiatan Belajar (PKBM) dan juga untuk masyarakat umum.

Sunday, March 20, 2016

Sosialisasi UU Sisdiknas Dan Paradigma Home Education


Pendidkan merupakan proses budaya, karena itu ia tumbuh dan berkembang dalam alur kebudayaan setiap masyarakat dan pendidikan adalah usaha sadar yang senantiasa dilakukan oleh manusia sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. 

Pertumbuhan masyarakat yang maju mendorong kepedulian mereka untuk melakukan pendidikan dan pembelajaran anak-anaknya bukan hanya di sekolah tapi juga di masyarakat dan di rumahnya secara mandiri. 

Pendidikan dan pembelajaran dapat berlangsung sepanjang hayat dari mulai dalam kandungan dan setelah lahir sampai dengan tutup usia

UUSPN No.20 tahun 2003 menyebutkan bahwa ada 3 jalur pendidikan: formal, non formal dan informal


Jalur Pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal.


1.  Pendidikan formal
Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.



2.  Pendidikan nonformal
Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di Masjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua Gereja. Selain itu, ada juga berbagai kursus,  diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.

b.  Sasaran
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

c.  Fungsi
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

d.  Jenis
Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja.


Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.


3.  Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.


Alasan pemerintah mengagas pendidikan informal adalah:
•      Pendidikan dimulai dari keluarga
•      Informal diundangkan juga karena untuk mencapai tujuan pendidikan nasonal dimulai dari keluarga
•      Homeschooling: pendidikan formal tapi dilaksanakan secara informal.
•      Anak harus dididik dari lahir


Jalur pendidikan di Indonesia meliputi jalur pendidikan formal, nonformal dan informal.  Ketiganya memiliki perbedaan yang saling mengisi dan melengkapi. Seperti sudah dijelaskan bahwa jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.  Karenanya pemerintah mengundangkan jalur pendidikan.


Pemerintah mengagas jalur pendidikan ini dikarenakan sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dimana yang menjadi peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu, tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan dan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

PKBM Bina Insan Kamil, Anak Panah Cyberschool,  HS Kak Seto. Sch.id


Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut hub sekertariat PKBM Bina Insan Kamil 
Ir. Rhino H. Pranapati (081284681972)

Wednesday, October 22, 2014

Peningkatan Kompetensi dan Manajemen PKBM Provinsi Banten

SERANG-Dinas Pendidikan Provinsi Banten mengadakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) PENINGKATAN KOMPETENSI DAN MANAJEMEN BAGI PENGELOLA PKBM pada hari Selasa, 21 oktober  sampai dengan 23 Oktober 2014 di Hotel Nuansa Bali Anyer.

Dari Dinas pendidikan Kota Tangerang Selatan hadir 10 lembaga yaitu: PKBM Technosa, PKBM Bina Mandiri, PKBM Siliwangi, PKBM Kihajar Dewantara, PKBM Al-khaeriyah, PKBM Bimasada, PKBM Insan Karya, PKBM Insan Kamil, PKBM Kak Seto, PKBM Aulia.


STRATEGI PENGEMBANGAN PKBM
1. Kajian Lingkungan
2. Strategi penilaian Isu
3. Perumusan tujuan: mau dibawa kemana PKBM kita
4. Implementasi
5. Monitoring



DIMENSI PENGEMBANGAN PKBM
1. Ruang belajar; di tambah, di perluas
2. Fasilitas Belajar; meja, kursi, alat peraga
3. Media Pembelajaran

4. Sumber Belajar

PENGEMBANGAN PERSONAL
1. Kualifikasi ; S1
2. Kompetensi:
3. Jumlah



PENGEMBANGAN PKBM MENJADI LEMBAGA YANG MANDIRI
1. Ada nya akses; kemitraan, dinas terkait (dari luar atau dalam)
2  Ada control.
3. PKBM yang bermanfaat;p bagi diri nya, keluarag dan Masyarakat
4. Pengembangan PSK, Pengetahuan Sikap dan Pengetahuan

KONSEP PKBM
- Pusat, tempat berkumpulnya kegiatan-kegiatan PNF
- Kegiatan-kegiatan dalam rangka pemecahan masalah (kebutuhan)
- Pusat kegiatan belajar

JENIS PKBM:

- PKBM berbasis kelembagaan: unsur masyarakat dan di luar masyarakat
- PKBM Negeri

FILOSOFI PKBM  =   'DARI  - OLEH- UNTUK MASYARAKAT

TUJUAN PKBM=  PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT

FUNGSI PKBM  : EDUCATION AND DEVELOPMENT COMMUNITY

VISI DAN MISI PKBM = PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN NYA

KEMANDIRIAN DALAM PENYELENGGARAAN DALAM KEBERSAMAAN 

KARAKTER PKBM::
- Kepedulian
- Kemandirian
- Kebersamaan

PARAMETER PKBM:
- Partisipasi Masyarakat
- Manfaat bagi Masyarakat
- mutu dan relefan bagi kesejahteraan masyarakat
- kemandirian dan berkelanjutan


STRATEGI PENGEMBANGAN PKBM:
 1. Program
2.  Proses pembelajaran
3. Fasilitas
4. Personalia; pendidik, ketua, sekretaris
5. Lngkungan
6. Kemitraan

STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM PKBM:
1.Pencarian Informasi (kebutuhan nya apa?)
2. Penjaringan Interpersonal dengan pihak lain (kemitraan)
3. Akses informasi dari dalam dan keluar
4. kordinasi
5. menerima tawaran program atas dasar kebutuhan
6. Program disusun sesuai dengan kebutuhan

Di acara tersebut di kumandangkan Yel-yel PKBM =

"PKBM  !!! BERKARYA !!! - BERBAKTI........ PEDULI"

Untuk pendaftaran sekolah paket ABC dan informasi lebih lanjut hub sekertariat PKBM Bina Insan Kamil Tangsel dengan Rhino ( WA: 081284681972)